Pencairan Dana Jaminan Hari Tua (JHT) Bagi Pekerja Berdasar Usia Apakah Sesuai Aturan

Tangerang Selatan (Varia Banten) – Apakah Batas Usia Pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 tahun 2020, sudah sesuai dengan tujuanya? Oleh Aji (Mahasiswa Magister Hukum Universitas Pamulang, kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten).

Kementerian ketenagakerjaan (Kemenaker) mengeluarkan peraturan baru tentang pencairan dana JHT (Jaminan Hari Tua), sebelumnya JHT dapat dicairkan satu bulan setelah di PHK atau mengundurkan diri. Sementara peraturan baru Kementerian ketenagakerjaan (Kemenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang tata cara dan persyaratan pembayaran manfaat jaminan hari tua, menetapkan JHT hanya dapat dicairkan apabila pekerja sudah memasuki usia 56 tahun.

Oleh karena itu hal tersebut membuat masyarakat khususnya pekerja merasa dirugikan mengenai hak mereka sendiri Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibatasi jika sudah berusia 56 tahun. Dalam peraturan menteri ketenagakerjaan republik Indonesia nomor 2 tahun 2020 tentang tata cara dan persyaratan pembayaran manfaat jaminan hari tua pasal 2 dijelaskan bahwa manfaat JHT dibayarkan kepada peserta jika :
• Mencapai usia pensiun
• Mengalami cacat total tetap
• Meninggal dunia

Dalam peraturan Permenaker nomor 2 tahun 2022 diatur bahwa dana JHT dapat dicairkan jika pekerja sudah memasuki usia 56 tahun. Aturan tersebut tidak memuat bahwa Sebagian dana JHT dapat dicairkan sebelum usia 56 tahun. Dilansir dari kontan.co.id Dirjen pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja (PHI-Jamsos) kemnaker Indah Aggoro Putri menyampaikan penerapan permenaker 2/2022 akan tetap berkaitan dengan aturan di atasnya yaitu peraturan pemerintah nomor 46 tahun 2015 mengenai penyelenggaraan program jaminan hari tua.

PP nomor 46/2015 mengatur bahwa Sebagian dana JHT bisa dicairkan dengan syarat tertentu yaitu apabila pekerja peserta BPJS ketenagakerjaan sudah mengikuti program JHT minimal 10 tahun dan dana JHT yang dapat dicairan hanya sebesar 30%.

Ramai diperbincangkan di lingkungan masyarakat pekerja bahkan pengacara kondang Hotman Paris juga ikut menanggapi hal ini. Hotman Paris berpendapat bahwa tidak setuju dengan peraturan terbaru kemenaker nomor 2 tahun 2022 terkait pencairan dana JHT bisa dicairkan jika sudah berumur 56 tahun. Melalui akun Instagram pribadi nya @hotmanparisofficial (20/2/2022) meyampaikan bahwa ia menantang debat terbuka dengan menaker untuk membahas permenaker nomor 2 tahun 2022.

Namun dengan polemik pro dan kontra yang terjadi di lingkungan masyarakat pekerja menurut Indah Aggoro Putri, Dirjen pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja (PHI-Jamsos) kemnaker dilansir dari kontan.co.id ada empat aspek yang menjadi latar belakang penerbitan permenaker dari sebelumnya 100% dapat dicairkan setelah di PHK atau mengundurkan diri, namun kini hanya dapat dicairkan diusia 56 tahun.

Pertama aspek yudiris yakni sesuai undang undang nomor 40 tahun 2004 mengenai sistem jaminan nasoial (SJSN) yaitu manfaat jaminan hari tua berupa uang tunai dapat dibayarkan sekaligus saat pekerja memasuki usia pensiun, cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Kedua aspek filosofis yaitu JHT dimaksudkan untuk perlindungan pekerja di hari tua, mengalami cacat tetap, atau meninggal dunia. Sesuai dengan prinsipnya JHT memang diperuntukan untuk pekerja saat memasuki usia tua atau sudah tidak produktif lagi sehingga dapat dipastikan pekerja aman.

Ketiga aspek ekonomis yakni manfaat JHT yang diberikan kepada peserta rata-rata sebesar bunga deposito counter rate bank pemerintah untuk jangka waktu satu tahun. Hal ini dapat menjadi tabungan peserta yang dimana jika dicairkan dalam jangka waktu yang lama akan menguntungkan peserta.

Keempat, aspek sosiologis, yakni belakangan lalu terdapat penumpukan manfaat pada saat pekerja mengalami PHK, terdiri dari manfaat JHT dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Karena hal tersebut dilakukan pembaruan manfaat sehingga kedepannya dengan adanya JKP dapat dimanfaatkan ketika di PHK dan mengembalikan fungsi utama dari JHT yang sesungguhnya yaitu untuk hari tua.

Cara mencairkan JHT sebelum usia 56 tahun dapat dilihat melalui website resmi lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id, dengan syarat dan ketentuan tertentu.

Kesimpulanya menurut saya sebagai penulis, Peraturan terbaru ini adalah peraturan yang sudah benar adanya. Dan memang harus ditetapkan seperti itu. Saya setuju dengan keputusan atau peraturan menteri ketenagakerjaan republik Indonesia nomor 2 tahun 2020 tentang tata cara dan persyaratan pembayaran manfaat jaminan hari tua. Karena menurut saya Jaminan Hari Tua memang diperuntukan untuk masa tua / pensiun nanti. Tidak seperti beberapa waktu lalu JHT digunakan dan dapat dicairkan sekaligus, ketika di phk atau mengundurkan diri, hal tersebut menurut saya tidak sesuai dengan peran JHT, dimana JHT adalah Jaminan hari tua yaitu dalam pencairannya untuk dilakukan pada saat memasuki usia pensiun, agar kelak peran dari JHT dapat memberikan Manfaat yang baik sehingga terjamin dan aman. Maka benar peraturan yang baru untuk dapat mengembalikan JHT sesuai perannya. (VB-BS).

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *