
Wabah Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia pada awal tahun 2020 membuat pergerakan manusia dibatasi agar penyebarannya dapat diminimalkan.
Ancaman Covid-19 yang begitu mencekam mengharuskan penduduk bumi harus menghindari pertemuan dan interaksi dengan pihak lain.
Dengan ruang gerak yang harus serba dibatasi maka roda ekonomipun otomatis menjadi terhenti karenanya.
Hal ini terjadi semenjak Covid-19 menghantui negara Indonesia sehingga pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimulai pada bulan maret 2020 sampai dengan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan segala levelnya yang berakhir pada bulan Oktober 2021.
Dengan telah dicabutnya semua pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 membuat ekonomi mulai menggeliat bergairah kembali.
Berdasarkan penelusuran awak media Varia Banten disalah satu tempat makan yang berada dipinggir danau yang terletak berseberangan dengan Pamulang Square-Tangerang Selatan, Provinsi Banten nampak para pedagang yang menyajikan makananan tradisional mulai sibuk melayani pengunjung.
“Wah semenjak bulan Maret tahun 2020 sampai dengan bulan Oktober 2021 jualan sangat berat, bisa untuk makan dan bayar anak sekolah saja sudah untung”, penuturan salah seorang pemilik warung makan yang menyediakan masakan khas pecak betawi.
“Alkhamdulilah sekarang sudah mulai ramai pengunjung semenjak pemerintah menghentikan PPKM, ini kalau hari minggu semua warung penuh” Ujar Sekardi salah seorang pemilik warung makan dengan nama Kedai Erte ini.
“Tempat usaha ini sudah kami gunakan untuk berjualan dari 5 tahun yang lalu, dan alkhamdulilah masyarakat sudah pada banyak yang tahu karena tempat ini mudah dijangkau dan ada pemandangan air danau yang indah” tutup Pak RT sebutan akrapnya.
Kota Tangerang Selatan yang merupakan bagian dari daerah Provinsi Banten memang memiliki beberapa danau yang cukup bagus posisinya, salah satunya adalah danau yang terletak di jantung kota Pamulang ini, sayang pengelolaannya belum bisa maksimalkan (BS)







