
SERANG, (variabanten.com) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Tercatat sedikitnya 14 kecamatan & 34 desa akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 6 hingga 10 Maret 2026.
BPBD Kabupaten Serang mencatat 3.652 kepala keluarga (KK) atau 10.892 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut terdapat 357 lansia, 247 balita, dan 283 anak-anak.
Menanggapi kondisi tersebut, Managing Partner Basuki Law Firm, Basuki.,SH.,MM.,MH, mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera bergerak cepat dalam melakukan penanganan dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Menurutnya, langkah tanggap darurat sangat diperlukan agar dampak bencana tidak semakin meluas.
Basuki juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pihak terkait lainnya untuk memastikan proses evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan penanganan warga terdampak dapat berjalan dengan cepat dan tepat sasaran.
“Pemerintah harus segera turun tangan dan bergerak cepat membantu warga yang terdampak banjir dan longsor. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan harus segera dipastikan tersedia bagi masyarakat,” ujar Basuki.
Selain penanganan darurat, Basuki juga mendorong pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi dan mitigasi bencana guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Ia berharap pemerintah dapat memperkuat sistem penanganan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah yang rawan banjir dan longsor.
Sementara itu, warga yang terdampak bencana berharap bantuan segera datang agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
VB-Fais.






