
BOGOR, (variabanten.com)-Sertifikasi kompetensi internasional menjadi salah satu nilai tambah yang semakin dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya di bidang teknologi informasi dan jaringan komputer. Menyadari pentingnya hal tersebut, mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Al-Amin Cibening, Pamijahan, Kabupaten Bogor, dengan mengangkat tema “Roadmap Menuju Sertifikasi Internasional (CCNA/MikroTik) Sejak di Bangku SMK” pada 5 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk memperoleh sertifikasi profesional di bidang jaringan komputer. Sertifikasi seperti Cisco Certified Network Associate (CCNA) dan MikroTik Certified Network Associate (MTCNA) merupakan sertifikasi yang diakui secara internasional dan menjadi salah satu kompetensi yang banyak dicari oleh perusahaan di sektor teknologi informasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan gambaran mengenai perkembangan industri digital yang semakin membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang terukur dan tersertifikasi. Selain itu, siswa juga memperoleh informasi mengenai tahapan persiapan mengikuti sertifikasi, mulai dari penguasaan konsep dasar jaringan komputer, praktik konfigurasi perangkat, hingga strategi belajar yang efektif untuk menghadapi ujian sertifikasi.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dibimbing oleh Ferry Noorman Setiawan, S.Kom., M.Kom. yang menjelaskan bahwa sertifikasi internasional bukan hanya menjadi bukti kemampuan teknis, tetapi juga menjadi investasi karier bagi lulusan SMK agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja.
“Saat ini perusahaan tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga memperhatikan kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikasi profesional. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki perencanaan karier sejak masih berada di bangku sekolah agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri,” jelasnya.
Dalam sesi materi, peserta dikenalkan dengan kompetensi yang harus dikuasai untuk mengikuti sertifikasi CCNA dan MikroTik, seperti dasar-dasar jaringan komputer, pengalamatan IP (IP Addressing), routing, switching, keamanan jaringan (network security), hingga konfigurasi perangkat jaringan. Selain itu, siswa juga diberikan motivasi untuk membangun kebiasaan belajar secara mandiri melalui berbagai sumber pembelajaran digital yang tersedia saat ini.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Fajar Mulya Adhi Pradana, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi persaingan global.
“Kami berharap para siswa memiliki visi yang lebih jelas mengenai pengembangan kompetensi setelah lulus nanti. Dengan menyusun roadmap karier sejak dini dan mempersiapkan diri untuk memperoleh sertifikasi internasional, peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja akan semakin terbuka. Semangat belajar dan kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan merupakan kunci utama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat dinamis,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa aktif berdiskusi mengenai jalur karier di bidang teknologi informasi, peluang kerja bagi pemegang sertifikasi internasional, serta langkah-langkah yang perlu dipersiapkan agar dapat mengikuti sertifikasi setelah menyelesaikan pendidikan di SMK.
Melalui kegiatan PKM ini diharapkan siswa SMK Al-Amin memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang jaringan komputer serta menyusun perencanaan karier yang matang melalui pencapaian sertifikasi internasional. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mencetak lulusan yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
VB-Putra Trisna.






