Dosen Prodi Hukum Universitas Pamulang Bersama Mahasiswa Adakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Didaerah Tangerang Selatan Berjalan Lancar.

Tangerang Selalatan, Varia Banten

Dengan mengangkat Tema “PERAN PARTAI POLITIK SEBAGAI PILAR DEMOKRASI NEGARA ”

Universitas Pamulang sebagai salah satu kampus di Tangerang Selatan dalam upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam berbagai aspek dan disiplin ilmu berusa hadir di tengah-tengah masyarakat melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat.

Pada kesempatan ini Pada Tanggal 7 November 2021, dosen-dosen Prodi Pasca Saerjana Hukum Universitas Pamulang melakukan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dimana kali ini pemilihan sasaran PKM agak berbeda karena PKM yang berlokasi Di Restotan Remaja Kuring – BSD, memilih Kader Partai sebagai audence. Kegiatan PKM yang dilakukan adalah pemberian penyuluhan hukum. Kegiantan ini melibatkan para dosen seperti, Dr.Yoyon Darusman, SH., MM, Dr. Susanto, S.H., M.H., M.M., Dr. Bambang Wiyono, SH., MH. Mengangkat tema: Peran Partai Politik Sebagai Pilar Demokrasi Negara.

Pemberian materi dalam bentuk penyuluhan dengan metode komunikasi interaktif ini diharapkan agar para kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tangerang kota lebih memahami keberadaan mereka Ketika mereka berada dalam sebuah keorganisasian politik.Para narasumber berupaya untuk membuka wawasan para kader yang mayoritas dari kalangan millenial ini untuk dapat memanfaatkan kesempat yang telah diperoleh, karena partai politik sendiri memiliki fungsi yang berkaitan dengan keberadaan para kader:

1. Partai politik sebagai sarana komunikasi politik.

Peranan partai politik sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah. Dalam hal ini suatu partai politik harus mampu untuk melakukan komunikasi vertikal. Tetapi untuk itu partai politik hendaknya juga mampu berkomunikasi secara horizontal. Maksud adalah komunikasi antara warga, antara kelompok, dan antar partai politik dengan pemerintah.

2. Partai politik sebagai sarana rekruitmen politik.

Partai politik pun berfungsi sebagai sarana rekruitmen politik, tanpa rekruitmen politik suatu partai politik tidak akan memiliki anggota-anggota atau tokoh-tokoh yang bisa diandalkan dalam berbagai kegiatan politik. Dengan rekruitmen politik dimaksud upaya partai politik untuk mencari dan mengajak orang-orang yang berbakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota.

Hal ini disampaikan lebih rinci oleh Para Narasumber agar para kader Partai PSI lebih menyadari bahwa selaku warga Negara, kita memiliki Hak Konstitusional yang diantaranya adalah Hak berpolitik.Sehingga seluruh warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam berdemokrasi, yang tentunya demikrasi yang ber-Pancasila.

Melalui Partai Politik rakyat dapat mewujudkan haknya untuk menyatakan pendapat tentang arah kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga partai politik berperanan sebagai penghubung antara pemerintah dan warga masyarakat maka dapat dikatakan pula Partai Politik menjalankan fungsinya sebagai perantara (broker) dalam suatu bursa ide-ide (clearing house of ideas).

Dalam dialog dua arah ini baik para Narasumber dan Para Kader saling bertukar informasi dimana Para Narasumber yang mengkaji keilmuan secara teoritis dan komperhensif juga mendapat berbagai informasi mengenai perkembangan organisasi politik, sementara di lain pihak para Kader juga mendapat pandangan mengenai teori-teori politik dan hukum yang dapat dipelajari dari perkembangan politik secara nasional maupun secara global, karena perkembangan politik di tiap-tiap negara memiliki ciri khas tersendiri dan dapat dipelajri dan dapat di sesuaikan dengan perkembangan social masyarakat di Indonesia,

Kegiatan Penyuluhan hukum yang mendapat sambutan positif dari para kader PSI ini diharapkan tetap dapat dilakukan secara rutin, karena selain menjalin Kerjasama antara pihak kampus Pendidikan politik kepada masyarakat tidak saja membuat masyarakat sadar hukum tetapi juga dewasa dalam berpolitik. Hal ini tentunya harus ditunjukkan oleh para kader politiknya terlebih dahulu. Sebab bagaimana mungkin masyarakat akan menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara apabila tokoh panutannya tidak memberi contoh teladan yang baik. Melihat begitu pentingnya peran partai politik, maka sudah selayaknya jika para kader politik diharapkan mampu menjamin demokratisasi yang sehat dan efektif. (VB-BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *