
BOGOR, (variabanten.com)- Masuknya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke dunia e-commerce menjadi fenomena yang semakin mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dari usaha kuliner rumahan hingga produk kerajinan lokal.
Perkembangan e-commerce mendorong banyak UMKM mulai memasarkan produk mereka melalui media digital. Perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa bertransaksi secara online membuat UMKM harus beradaptasi agar tidak tertinggal. Namun, banyak pelaku usaha yang masih masuk ke dunia digital tanpa persiapan yang matang dan hanya mengikuti trend.
Sebagian besar UMKM masih menganggap e-commerce hanya sebatas memiliki toko online. Padahal, e-commerce seharusnya menjadi sistem yang membantu pelaku usaha mengelola produk, pesanan, pelanggan, dan hasil penjualan secara lebih terstruktur. Tanpa perencanaan yang jelas, e-commerce hanya menjadi wadah digital yang tidak memberikan dampak besar bagi perkembangan usaha.
Tantangan terbesar UMKM dalam menerapkan e-commerce bukan terletak pada teknologi, melainkan pada kesiapan sumber daya manusia. Banyak pelaku usaha yang belum terbiasa menggunakan sistem digital dalam menjalankan bisnisnya. Tanpa pendampingan dan pembelajaran yang berkelanjutan, sistem e-commerce akan dianggap rumit dan sulit digunakan.
Mahasiswa memiliki peran penting dalam membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan digital. Melalui pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, mahasiswa dapat mendampingi pelaku usaha dalam memahami dan memanfaatkan e-commerce secara lebih efektif. Dengan demikian, e-commerce dapat menjadi sarana untuk memperkuat daya saing UMKM di era digital.
VB-Putra Trisna.





