Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar resmi digelar di Kota Serang Banten

SERANG, (variabanten.com) – Muktamar ke-21 Mathla’ul Anwar resmi digelar di Kota Serang, Banten. Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dan mengevaluasi kiprah di tengah masyarakat. Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, KH Embay Mulya Syarief, langsung menyoroti persoalan mendasar: organisasi besar ini belum dikenal luas di daerah asalnya sendiri.

Dalam pidatonya, KH. Embay menyampaikan bahwa selama ini pelaksanaan muktamar lebih sering digelar di luar Pulau Jawa.

Bahkan, agenda tahun ini awalnya direncanakan berlangsung di Sumatera Utara. Namun, ia memutuskan untuk memindahkan lokasi ke Banten.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Embay ingin masyarakat Banten, khususnya wilayah utara seperti Kota Serang, lebih mengenal Mathla’ul Anwar. Ia menilai selama ini organisasi tersebut lebih dikenal di wilayah selatan seperti Pandeglang dan Lebak.

“Di Kota Serang, masih banyak yang belum tahu Mathla’ul Anwar,” ujar Embay, Sabtu, 11 April 2026.

Ia mengaku sering mendapat pertanyaan tentang organisasi yang dipimpinnya. Pertanyaan itu muncul bahkan setelah dirinya menjabat sebagai ketua umum sejak lima tahun lalu. Padahal, Mathla’ul Anwar sejarah berdirinya sejak 1916 dan telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa.

Sejak awal berdiri, organisasi ini fokus pada pengembangan pendidikan. Mathla’ul Anwar menggabungkan sistem pendidikan modern dengan pendidikan berbasis pesantren. Model ini menjadi ciri khas yang terus dipertahankan hingga kini.

KH. Embay juga menyinggung sejarah panjang organisasi. Pada era 1930-an, Mathla’ul Anwar telah mendirikan sekolah khusus perempuan. Salah satu alumninya adalah Maria Ulfah, yang kemudian menjabat sebagai Menteri Sosial pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Saat ini, Mathla’ul Anwar mengelola sekitar 947 madrasah. Sebagian besar berada di wilayah Banten. KH. Embay memastikan organisasi akan tetap konsisten bergerak di tiga sektor utama, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial.

Muktamar kali ini mengangkat tema “Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa”. Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas umat, terutama umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia.

KH. Embay menegaskan, jika kualitas umat tertinggal, maka akan berdampak pada kemajuan bangsa. Karena itu, peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas utama dalam muktamar ini.
VB-Adh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *