Basuki.,SH.,MM.,MH Desak Pemerintah Perkuat Pencegahan ISPA Setelah 51.300 Balita di Kabupaten Tangerang Terdampak

TANGERANG, (variabanten.com)-Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan setelah tercatat sebanyak 51.300 balita terdampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tingginya angka tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit yang rentan menyerang anak-anak.

Menanggapi kondisi tersebut, Managing Partner Basuki Law Firm, Basuki.,SH.,MM.,MH mendesak pemkab Tangerang dan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan langkah-langkah preventif, mulai dari edukasi masyarakat, peningkatan kualitas layanan kesehatan, hingga pengendalian faktor lingkungan yang dapat memicu penyebaran ISPA.

“Angka ini tidak bisa dianggap biasa. Kesehatan balita adalah investasi masa depan bangsa. Diperlukan langkah nyata dan terintegrasi agar kasus ISPA dapat ditekan,” ujar Basuki.

Menurutnya, penguatan peran fasilitas kesehatan, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan di tingkat desa maupun kelurahan menjadi kunci dalam mendeteksi dini serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kualitas udara, dan pola hidup sehat.

Sebelumnya, Sebanyak 51.300 balita di Kabupaten Tangerang tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode Januari hingga Mei 2026.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, lonjakan kasus tertinggi terjadi pada Februari 2026 dengan jumlah 11.092 balita terpapar ISPA. Sementara pada Januari tercatat 10.381 kasus, Maret 8.910 kasus, April 10.657 kasus, dan Mei 10.260 kasus.

Basuki berharap tingginya angka kasus ISPA di Kabupaten Tangerang menjadi momentum untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
VB-Fais

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *