
CIANJUR, (variabanten.com) – Peristiwa nahas yang menimpa MI (56), pria paruh baya yang tewas dianiaya setelah terpergok mencuri dua buah labu siam menyisakan duka mendalam dan trauma bagi keluarga korban. kejadian nahas itu berawal ketika korban kedapatan mengambil labu siam dari kebun yang digarap pelaku pada Sabtu (28/2) petang. Pelaku pun mengejar korban hingga ke rumahnya.
Setelah bertemu, Minta dan Ujang terlibat cekcok. Di tengah perdebatan, pelaku Ujang kemudian memukuli korban di berbagai bagian tubuh, mulai dari kepala, leher, wajah, hingga dada seraya mendesak korban mengakui perbuatannya.
Aksi penganiayaan itu pun berhenti ketika adik korban dan warga sekitar melerainya. Di tengah kondisi sempoyongan usai babak belur dihajar pelaku, korban pun mengaku telah mengambil dua buah labu siam.
Kondisi korban yang sudah lansia dan mendapatkan banyak pukulan membuat korban dirawat intensif di rumah sakit. Tetapi nahas, setelah dua hari berjuang untuk tetap hidup, korban akhirnya meninggal di rumah sakit Cianjur.
Peristiwa memilukan tersebut memicu keprihatinan banyak pihak. Lansia yang diketahui hidup dalam keterbatasan ekonomi itu diduga mengambil dua labu siam dari kebun milik tetangganya. Namun tindakan tersebut justru berujung pada kekerasan yang menyebabkan korban kehilangan nyawanya.
Menanggapi kejadian tersebut, Managing Partner Basuki Law Firm, Basuki.,SH.,MM.,MH, menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang dinilai sangat tidak manusiawi tersebut.
“Ini sangat memilukan. Hanya karena dua labu siam, nyawa seorang lansia harus melayang. Ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tapi juga tamparan keras bagi kita semua, khususnya pemerintah,” ujar Basuki.
Basuki menilai kejadian ini menjadi cerminan bahwa masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi sulit hingga terpaksa melakukan hal-hal kecil demi bertahan hidup. Ia juga menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi bagi pemerintah agar lebih peka terhadap kondisi warga yang berada dalam kesulitan ekonomi.
Menurutnya, jika sistem perlindungan sosial berjalan dengan baik dan masyarakat rentan benar-benar diperhatikan, tragedi seperti ini seharusnya tidak terjadi.
Basuki juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan. Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar lebih mengedepankan kemanusiaan, empati, dan penyelesaian masalah secara bijak tanpa kekerasan.
VB-Fais.






