Hukum Itu Bukan Hitungan Matematika

Tangerang Selatan (Varia Banten) – Hukum Bukanlah Hitungan Matematika. (Oleh: Advokat Suwadi, SH., MH.)

Jika kita membicarakan matematika maka 2 + 2 hasilnya adalah 4. Namun bila kita membicarakan hukum, kita tidak bisa menyamaratakan pemidanaan terhadap 2 perkara sejenis. Misalkan, ada 2 perkara pencurian, tidak bisa hukum menjatuhkan hukuman atau pemidanaan yang sama.

Di dalam hukum selalu mempertimbangkan semua unsur, baik latar belakang pelaku pencurian, alasan melakukan pencurian, barang yang dicuri dan masih banyak lagi pertimbangan yang semuanya akan terungkap dalam persidangan.

Oleh karena itu maka dapat dikatakan bahwa hukum bukanlah matematika. Misal dalam hukum pidana dibutuhkan kesigapan pihak Kepolisian atau kejaksaan dalam melakukan penyelidikan ataupun penyidikan, kecermatan Penuntut Umum dalam menyusun Surat Dakwaan, alat bukti dan Surat Tuntutan, termasuk bila ada Replik atas Pledooi Terdakwa/Penasihat Hukum Terdakwa serta dibutuhkan kejernihan berpikir dari Hakim dalam menganalisa fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan.

Sehingga bagi seorang Sarjana Hukum tidak hanya diperlukan keilmuan hukumnya tetapi juga harus paham keilmuan lainnya seperti filsafat, sosiologi, psikologi dan keilmuan lainnya termasuk bisa memahami keilmuan matematika, ketika harus berhadapan dengan perkara yang melibatkan kerugian secara finansial.

Oleh karena itu, jika seseorang masuk ke dalam sistem pendidikan fakultas hukum dan sudah menjadi Sarjana Hukum maka orang itu diharapkan harus pula menjadi Sarjana Hukum yang bijak bukan hanya sebagai Sarjana Hukum yang hanya sebagai corong undang-undang hitam dan putih, benar dan salah secara peraturan perundangan saja tanpa melihat dinamisnya perubahan masyarakat di sekitarnya. (VB-BS).

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *