Kemarau Ekstrem Ancam 43 Hektare Sawah di Tangerang, Basuki, SH., MM., MH. Dorong Langkah Cepat Pemerintah

TANGERANG, (variabanten.com)-Ancaman kemarau ekstrem mulai membayangi sektor pertanian di Kabupaten Tangerang. Sedikitnya 43 hektare lahan persawahan terancam mengalami puso atau gagal panen akibat keterbatasan pasokan air yang terjadi di tengah kondisi cuaca kering berkepanjangan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, area pertanian yang berpotensi gagal panen tersebut tersebar di 12 kecamatan yang terdiri dari 24 desa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dampak kekeringan tidak hanya menyangkut produktivitas pertanian, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan para petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen.

Menanggapi kondisi tersebut, Managing Partner Basuki Law Firm, Basuki, SH., MM., MH. mendorong pemerintah agar tidak menunggu hingga kondisi semakin parah. Menurutnya, langkah cepat dan terukur perlu dilakukan untuk menyelamatkan lahan pertanian sekaligus memberikan kepastian bagi para petani yang saat ini menghadapi ancaman gagal panen.

“Ancaman puso harus segera ditangani. Pemerintah perlu hadir dengan langkah konkret, mulai dari memastikan ketersediaan air, membantu petani yang terdampak, hingga menyiapkan langkah mitigasi agar kondisi serupa tidak semakin meluas,” ujar Basuki.

Basuki menilai, penanganan kekeringan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, dinas terkait, kelompok tani, hingga berbagai pihak yang memiliki sumber daya untuk membantu mengatasi persoalan ketersediaan air.

Basuki juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau berkepanjangan. Menurutnya, mitigasi sejak dini jauh lebih penting daripada menunggu kerugian semakin besar.
VB-Fais.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *