Teknologi Canggih, Kawan atau Lawan? Refleksi Sosial Mahasiswa di Pesisir Pulau Untung Jawa

JAKARTA, (variabanten.com)- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, muncul pertanyaan penting yang menggugah kesadaran masyarakat: apakah teknologi merupakan sahabat yang mempermudah kehidupan, atau justru menjadi ancaman yang mengikis nilai-nilai sosial dan kebersamaan? Pertanyaan ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Informatika STIKOM El Rahma. Bertempat di SMP Negeri 285 Jakarta pada Kamis, 24 Juli 2025, kegiatan ini mengusung tema “Teknologi Canggih, Kawan atau Lawan? Refleksi Sosial Mahasiswa di Pesisir”, dengan tujuan membangun pemahaman masyarakat pesisir tentang manfaat dan risiko teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi edukatif yang hangat dan interaktif, para mahasiswa menyampaikan materi seputar konsep Internet of Things (IoT), khususnya penerapannya dalam kehidupan modern seperti rumah pintar (smart home) dan sistem otomatisasi. Tidak hanya menjelaskan teknologi secara teknis, mereka juga mengajak para siswa untuk memahami pentingnya etika digital, literasi media, dan kesadaran sosial saat menggunakan perangkat digital. Diskusi terbuka bersama siswa menjadi ruang refleksi yang menggugah: kapan teknologi hadir sebagai solusi, dan kapan ia bisa menjadi sumber permasalahan sosial, terutama jika tidak digunakan dengan bijak.

Tak berhenti di ruang kelas, mahasiswa juga melakukan pendekatan langsung dengan masyarakat sekitar melalui dialog sosial bersama warga. Mereka mendengarkan cerita dan pengalaman warga mengenai perubahan sosial yang terjadi akibat digitalisasi, termasuk tantangan yang dihadapi dalam dunia kerja, pendidikan, dan budaya lokal. Aktivitas ini membuka wawasan mahasiswa akan realitas di luar kampus—bahwa perkembangan teknologi tidak selalu selaras dengan kesiapan sosial masyarakat, dan bahwa keberadaan teknologi harus selaras dengan nilai kemanusiaan, empati, serta kepedulian terhadap sesama.

Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan ini ditutup dengan pembersihan pantai (Operasi Semut) bersama warga sekitar. Aksi ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus pesan bahwa teknologi bukan hanya soal inovasi, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan ekologis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa STIKOM El Rahma menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memahami teknologi secara akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang membumikan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan masyarakat luas.

VB-Putra Trisna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *