
PANDEGLANG, (variabanten.com)-Lebih dari 30 ribu warga Pandeglang terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan masyarakat dan membutuhkan langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pandeglang, Dian Handayan mengatakan, anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok paling rentan mengalami ISPA. Menurutnya, daya tahan tubuh, asap rokok, dan polusi udara menjadi faktor utama yang memicu penyakit tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Managing Partner Basuki Law Firm, Basuki, SH., MM., MH. menyoroti pentingnya upaya pencegahan serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap faktor-faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan pernapasan.
Menurut Basuki, tingginya jumlah warga yang terpapar ISPA harus menjadi momentum bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat langkah promotif dan preventif, termasuk edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kualitas lingkungan.
“Angka ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan hanya fokus menangani ketika masyarakat sudah sakit, tetapi pencegahan harus diperkuat sejak awal,” ujar Basuki.
Ia juga mendorong pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh akses informasi kesehatan yang memadai serta pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan.
Basuki menegaskan bahwa persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, tenaga kesehatan, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat harus mengambil peran dalam mencegah penyebaran penyakit.
VB-Fais.






