
JAKARTA, (variabanten.com)-Memperingati peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965, Managing Partner Basuki Law Firm, Basuki, SH., MM., MH., mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan sejarah sebagai pelajaran penting dalam memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa.
Basuki mengatakan, peristiwa G30S/1965 merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia yang perlu dikenang dan dipelajari secara bijak oleh generasi penerus. Peristiwa tersebut juga berkaitan dengan gugurnya tujuh Pahlawan Revolusi yang jenazahnya kemudian ditemukan di kawasan Lubang Buaya.
“Sejarah bukan untuk membuka kembali perpecahan, tetapi untuk mengingatkan kita betapa pentingnya persatuan dan menjaga keutuhan bangsa. Generasi muda harus memahami sejarah agar dapat mengambil pelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih kuat,” ujar Basuki.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam melihat sejarah merupakan bagian dari kajian dan diskursus sejarah. Karena itu, masyarakat perlu menyikapi sejarah dengan bijak, berdasarkan sumber dan fakta, serta tidak menjadikannya sebagai alasan untuk memecah persatuan.
Basuki menegaskan bahwa semangat persatuan harus terus dirawat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Jadikan sejarah sebagai penguat persatuan. Jangan sampai perbedaan dan konflik masa lalu kembali menjadi alasan untuk memecah anak bangsa hari ini. Mari kita rawat Pancasila, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia berharap momentum peringatan G30S/1965 dapat menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga perdamaian, menghormati sejarah, serta memperkuat komitmen membangun Indonesia yang lebih maju dan bersatu.
VB-Fais






