Basuki.,SH.,MM.,MH Prihatin Konflik Berdarah di Wamena, 13 Orang Tewas dan Ratusan Warga Mengungsi

Jakarta, (variabanten.com)-Managing Partner Basuki Law Firm, Basuki.,SH.,MM.,MH menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya konflik berdarah di Wamena yang menyebabkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia, 19 luka-luka. serta ratusan warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Menurut Basuki, peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak seharusnya terjadi dan harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, maupun tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

“Ini adalah situasi yang sangat memprihatinkan. Korban jiwa dan pengungsian warga sipil menunjukkan bahwa konflik harus segera dihentikan dan dicarikan solusi damai,” ujar Basuki.

Selain itu, Basuki juga mendorong adanya langkah dialog dan pendekatan persuasif antar kelompok yang bertikai, dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh agama, guna mengembalikan stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.

Sebelumnya, bentrok suku di Wamena melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), yang awalnya terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5) namun meluas di sejumlah lokasi di Jayawijaya hingga Jumat (15/5).

Dalam bentrok ini, kedua belah pihak menggunakan senjata tajam dan panah. Kapolda Papua, Irjen Patrige R Renwarin mengatakan bentrokan dua kelompok warga itu dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPRD Lanny Jaya pada 17 Mei 2024 silam.

Basuki berharap situasi di Wamena segera kembali kondusif, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan damai seperti sediakala.
VB-Fais.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *